Loading...
Sabtu, 22 Mei 2010

Batu Ayers Bukanlah Batu Karang

Dipertengahan benua Australia dicirikan dengan gurun yg sangat luas, terbentang sepanjang 1.550.000 kilometer persegi dan nyaris sepenuhnya datar. Di daratan yg sangat luas ini terdapat sebuah batu besar, tinggi 1.142 kaki (348 meter), lebar 2 mil (3 kilometer), dan lebar 6 mil (10 kilometer).

Batu ini telah dipuja dan dikenal selama berabad-abad oleh masyarakat aborigin sebagai Uluru ("kerikil besar"). Masyarakat aborigin menghiasi gua dalam batu ini dengan gambar.

Monolit besar ini pertama kali dilirik oleh bangsa Eropa pada tahun 1870an. Ernest Giles dan Wiliam Gosse menamakannya sebagai Ayers Rock, sesuai dg nama perdana menteri Australia, Sir Henri Ayers.




Meski tampaknya menyerupai sebuah batu karang dan seringkali dilaporkan menyerupai semacam itu, namun Batu Ayers bukanlah sebuah batu karang. Batu Ayers lebih merupakan batu pasir bawah tanah yg kaya akan mineral feldspar. Mineral ini memberikan warna kemerahan pada batu ini. Permukaan Batu Ayers yg berlapis-lapis disebabkan oleh terurainya unsur-unsur kimia dari mineral dan erosi mekanis. Penampilan seperti karat yg menjadi ciri khas dari permkkaan terbuka dari lapisan ini memang karena itu karat.

Batu Ayers diyakini sudah ada sejak era Prekambrium (550 juta tahun lalu). Jajaran gunung yg besar terdesak ke atas kemudian tererosi selama lebih dari 200 juta tahun, dengan sisia yg tertinggal adalah gunung Mann, Msgrave, dan Pegunungan Petermann di Autralia Tenga. Sedimen dar jajaran ini tertimbun di Lembah Amadeus, dan pergerakan bumi lebi lanjut (sekitar 300 juta tahun lalu) mulai menciptakan kekhasan spektakuler yg kita lihat sekarang.



Reaksi: 

Bintang:

{[['']]}

Sukai:

Bagikan:

1 komentar:

 
TOP