Loading...
Minggu, 26 Desember 2010

Adakah Burung Garuda Itu?


Bisa dibilang lambang negara Republik Indonesia itu sebenarnya terinspirasi dari elang Jawa (Nisaetus bartelsi, sebelumnya Spizaetus bartelsi). Elang Jawa adalah burung nasional Indonesia, di mana ia sering disebut juga sebagai Garuda, yg merupakan makhluk mitos mirip burung dalam kepercayaan Hindu dan Budha. Dan sejak 1992, burung ini ditetapkan sebagai maskot satwa langka Indonesia.


Elang Jawa merupakan burung pemangsa (raptor) berukuran sedang sampai besar, langsing, dg sekitar 61-70 cm panjang tubuhnya yg tergolong keluarga Accipitridae. Kepalanya berwarna cokelat kemerahan dan memliki jambul tinggi sepanjang 12 cm yg menonjol (tentunya sama dg lambang garuda yg juga memiliki jambul).
Elang Jawa di kebun binatang Bandung
Elang Jawa di Ragunan
Close-up elang Jawa

Burung endemik Indonesia ini, hidup di hutan tropis, dataran rendah maupun di daerah yg lebih tinggi. Burung ini juga menyukai daerah berlereng. Pada umumnya tempat tinggal elang jawa sukar untuk dicapai, meski tidak selalu jauh dari lokasi aktivitas manusia. Mereka tersebar di Pulau Jawa, mulai dari ujung barat di Ujung Kulon sampai ujung timur di Semenanjng Blambangan Purwo.

Burung pemangsa ini berburu dari tempat bertenggernya di pohon-pohon tinggi dalam hutan. Mereka akan menyergap berbagai mangsanya yang berada di dahan pohon maupun yang di atas tanah, seperti reptil, burung, ayam, dan mamalia kecil seperti kelelawar, tupai, musang, dan monyet.

Elang Jawa adalah salah satu yang paling langka dari semua jenis raptor. Elang Jawa diyakini suatu spesies monogami. Betina biasanya meletakkan satu telur di sarang tinggi di atas pohon hutan. Makanannya biasanya adalah burung, kadal, kelelawar buah dan mamalia kecil.

Karena terus menerus kehilangan habitat, ukuran populasi kecil, jangkauan terbatas dan berburu di beberapa daerah, Elang Jawa dievaluasi sebagai terancam dalam Daftar Merah Spesies Terancam IUCN. Hal ini tercantum pada Lampiran II CITES.

Mirip Dengan Elang Brontok

Ketika terbang, elang Jawa serupa dengan elang brontok (Spizaetus cirrhatus) yg juga berbentuk terang, namun elang Jawa cenderung nampak lebih kecoklatan, dengan perut terlihat lebih gelap, serta berukuran sedikit lebih kecil.

elang brontok dan elang Jawa yg sedang terbang

elang brontok

Suara mereka nyaring tinggi, berulang-ulang, berbunyi "klii-iiw" atau "ii-iiiw", bervariasi antara satu hingga tiga suku kata. Atau bunyi bernada tinggi dan cepat "kli-kli-kli-kli-kli". Sedikit banyak, suaranya ini mirip dengan suara elang brontok meski perbedaannya cukup jelas dalam nadanya.

Terancam Punah
Elang Jawa populasinya kian terancam, karena terus menerus kehilangan habitatnya. Jumlahnya sulit berkembang apalagi ditambah elang Jawa biasanya hanya bertelur satu butir saja di setiap sarangnya yg dierami selama 47 hari. Pembalakan liar dan konversi hutan menjadi lahan pertanian telah merusak habitat mereka. Selain itu, elang ini juga terus diburu orang untuk diperjual belikan di pasar gelap sebagai satwa peliharaan. Karena kelangkaannya, memelihara burung ini seolah menjadi kebanggaan tersendiri, dan pada gilirannya menjadikan harga burung ini melambung tinggi.

Begitu kecilnya populasi elang Jawa ini, membuat Pemerintah Indonesia menetapkannya sebagai hewan yang dilindungi oleh undang-undang. Mereka terancam masuk ke dalam daftar merah IUCN.



Reaksi: 

Bintang:

{[['']]}

Sukai:

Bagikan:

2 komentar:

 
TOP